Diberdayakan oleh Blogger.
RSS


Biodata dan Profil Habiburrahman Pengarang Novel Ketika cinta Bertasbih

Habiburrahman

Habiburrahman El Shirazy, lahir di Semarang pada hari kamis 30 september 1976. Memulai pendidikan menengahnya di MTS Futuhiyyah I Mranggen sambil belajar kitab kuning di Pondok Pesantren Al Anwar, Mranggen, Demak di bawah asuhan KH. Abdul Bashir Hamzah.

Pada tahun 1992 ia merantau ke kota Budaya Surakarta untuk belajar di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Surakarta, lulus pada tahun 1995. Setelah itu melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke Fak.Ushuluddin, Jurusan Hadis, Universitas Al-Ashar, Cairo dan selesai pada tahun 1999.

Telah merampungkan Postgraduate Diploma(Pg.D) 52 di The Institute for Islamie Studies in Cairo yang didirikan oleh imam Al-Baiquri (2001). Profil diri dan karyanya pernah menghiasi beberapa Koran dan majalah, baik lokal maupun nasional seperti Solo Pos, Republika Anninda, Saksi, Sabilli, Muslimah, dll.

Kang Abik demikian novelis muda ini biasa di panggil adik-adiknya semasa di SLTA pernah menulis naskah teatrikal puisi berjudul "Dzikir Dajjal" sekaligus menyutradarai pementasannya bersama teater Mbangbung di Gedung Seni Wayang Orang Srwedari Surakarta(1994). Pernah meraih juara I lomba menulis artikel se-MAN Surakarta(1994). Pernah menjadi pemenang juara I dalam lomba baca puisi religius tingkat SLTA se-Jateng (diadakan oleh panitia book fair '94 dan ICMI On /il Jateng di Semarang,1994), Pemenang I lomba pidato tingkat remaja se-eks Karesidenan Surakarta (diadakan oleh Jamaah Masjid Nurul Huda UNS Surakarta" lgg).
Kang Abik juga pemenang I lomba pidato bahasa Arab se-Jateng dan DIY yang diadakan IMABA UGM Yogyakarta(1994). Pernah mengudara di radio JPI Surakarta selama satu tahun (1994-1995) mengisi acara Syarhil Qur’an setiap jumat pagi. Pernah menjadi pemenang terbaik ke-5 dalam lomba KIR tingkat SLTA se-Jateng yang diadakan oleh Kanwil P dan K Jateng (1995) dengan judul tulisan, Analisis Dampak Film Laga Terhadap Kepribadian Remaja.

Ketika menempuh studio di Cairo, Mesir, Kang Abik pernah memimpin kelompok kajian MISYKATI (Majelis Intensif Studi Yurisprudens dan Kajian Pengetahuan Islam) di Cairo (l996-l997). Pernah terpilih menjadi duta Indonesia untuk mengikuti perkemahan Pemuda Islam Internasional Indonesia" yang diadakan oleh WAMY (The Wortd Assembly of Moslem Youth) selama sepuluh hari di kota Ismailia, Mesir (Juli 1996). Dalam perkemahan itu, ia berkesempatan memberi orasi bejudul “Tahqiqul Amni Was Salam FiI 'Alam Bil Islam" (Realisasi Keamanan dan perdamaian di Dunia dengan Islam). Orasi tersebut terpilih sebagai orasi kedua dari semua orasi yang disampaikan peserta perkemahan berskala internasional tersebut.

Pernah aktif di Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) ICMI Orsat Cairo (1998-2000), dan pernah menjadi koordinator sastra Islam ICMI Orsat Cairo selama 2 periode (1998-2000 dan 2000-2002). Sastrawan ini juga pernah dipercaya untuk duduk dalam Dewan Asaatidz Pesantren Virtual Nahdhatul Ulama yang ada di Cairo, dan sempat memprakasai berdirinya Forum Lingkar Pena (FLP) dan Komunitas Sastra Indonesia (KSl) di Cairo. Selain itu, Kang Abik telah menghasilkan beberapa naskah drama dan menyutradarai pentasnya di Cairo diantaranya:
l. Wa Islama (1999)
2. Sang Kyai dan Sang Durjana (gubahan atas karya Dr. Yusuf Qardhawi yang
bejudul 'Alim Wa Thaghiyyah, 200O)
3. Darah Syuhada (2000)

Tulisannya berjudul membaca Insaniyyah Al Islam terkodifikasi dalam buku Wacana Islam Universal (diterbitkan oleh Kelompok Kajian MISYKATI Cairo, 1998). Berkesempatan menjadi Ketua Tim Kodifikasi dan Editor Antologi Puisi Negri Seribu menara "Nafas Peradaban" (Diterbitkan oleh ICMI Orsat Cairo, 2000). Kang Abik telah menghasilkan beberapa karya terjemahan, seperti:

l. Ar-Rasul (GIP, 2001)
2. Biografi Umar bin Abdul Aziz (GIP, 2005)
3. Menyucikan Jiwa (G1P, 2005)
4. Rihlah llallah (Era Intermedia, 2004)
5. Dan lain-lain
Cerpen-cerpennya termuat dalam antologi Ketika Duka Tersenyum (FBA, 2001), Merah di Jenin, (F8A, 2002) dan Ketika Cinta Menemukanmu (GIP, 2004), dan lain-lain.
Sebelum pulang ke lndonesia, di tahun 2002, Kang Abik diundang oleh Dewan Pustaka dan Dewan Malaysia selama 5 hari (1-5 Oktober) untuk membacakan puisi-puisinya berkeliling Malaysia dalam momen Kuala Lumpur World Poetry Reading ke-9, bersama penyair-penyair dunia lainnya. Puisinya juga termuat dalan Antologi Puisi Dunia PPDKL (2002) dan Masalah Dewan Sastra Q002) yang diterbitkan Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia dalam 2 bahasa yaitu Inggris dan Melayu.

Bersama penyair dunia yang lain, puisi Kang Abik juga dimuat dalam Imbauan PPDKL (1986- 2002) yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia (2004). Pada media pertengahan Oktober 2002, Kang Abik tiba di Tanah Air, saat itu juga Ia langsung diminta oleh Pusat Pengembangan Mutu Pendidikan (P2MP) Jakarta untuk ikut mentashih Kamus Populer Arab-Indonesia yang disusun oleh KMNU Mesir dan di terbitkan oleh Diva Pustaka Jakarta (Juni 2003). Ia juga di minta menjadi kontributor penyusunan Ensiklopedi Intelektualisme Pesantren; Potret Tokoh dan pemikirannya, (terdiri atas tiga jilid dan diterbitkan oleh Diva Pustaka Jakarta, 2003).

Mengikuti panggilan jiwa, antara tahun 2003-2004, Kang Abik memilih memdedikasikan ilmunya di MAN 1 Yogyakarta. Selanjutnya, sejaktahun 2004 hingga tahun 2006 ini, Kang Abik tercatat sebagai dosen di Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Islam Abu Bakar Ash shiddiq UMS Surakarta.

Selain pernah menjadi dosen di UMS Surakarta, kini Kang Abik sepenuhnya mendedikasikan dirinya di dunia dakwah dan pendidikan lewat karya-karyanya, lewat Pe santren Karya dan Wirausaha BASMALA INDONESIA, yang sedang dirintisnya bersama sang adik tercinta, Anif Sirsaeba dan budayawan kondang Prie GS di Semarang dan lewat wajihah dakwah lainnya.

Berikut ini adalah beberapa karya Kang Abik, yang telah terbit, Ketika Cinta Berbuah Surga (MQS Publishing, 2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (Republika, 2005), Ayat- Ayat Cinta (Republika-Basmala, 2004), Di Atas Sajadah Cinta (Republika- Basmala, 2005, Ketika cinta Bertasbih 1 & 2 (yang Anda genggam), dan Dalam Mihrab Cinta (Republika-Basmala, 2007. Kini sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerussalem. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BIOGRAFI PENULIS BUKU LOVE N' LIFE CHOCOLATOS

Agnes Danovar adalah keluarga bersaudara penulis yang memulai kariernya dari blig, dua kakak beradik ini telah melahirkan banyak cerita online yang begitu dekat dengan kehidupan pembacanya. Lebih dari sejuta pembaca telah melihat karyanya lewat situs pribadinya www.agnesdanovar.com. Selain dikenal sebagai blogger papan atas Indonesia dengan sejumlah prestasi internasional, ia juga dikenal sebagai penulis novel best seller yang melahirkan 6 novel fisik dan 2 biografi sukses yang diakui dibeberapa perpustakaan universitas Asia dan Australia sebagai koleksi resmi.

4 dari novelnya telah diadaptasi ke layer lebar hingga tahun 2011. kini agnes melanjutkan kehidupannya di Amerika sedangkan Danovar melanjutkan kuliahnya di Unversitas Tarumanegara. Mereka juga merintis Gerakan Sosial @indonesiaBerdoa yang memiliki lebih dari 63000 follower sebagai yayasan amal mereka untuk anak-anak Indonesia dan mereka yang membutuhkan.

RESENSI BUKU




LOVE N LIFE CHOCOLATOS

Pengarang : Agnes Danovar

Penerbit : inandra/Intibook Publisher

Tahun Terbit : 2011

Tempat Terbit : Jakarta

Tebal Buku : 411 Halaman

Kisaran Harga : Rp 25000-35000




Synopsis :

AYAH, MENGAPA AKU BERBEDA? Angel seorang gadis remaja bisu, menerima takdirnya terlahir sebagai gadis cacat. Ia menjalani kehidupan kecilnya dengan penuh penderitaan, dimulai dari saat ia ditolak bergabung di tim musik sekolahnya hingga harus menerima kenyataan kematian sang ibu yang berusaha memperjuangkan kelahirannya di dunia ini. Bagaimana angel menunjukkan kepada dunia tentang perjuangan hidupnya?

MY LAST LOVE Martin, pria kaya. melarikan diri setelah menabrak Angel hingga menjadi cacat. Ia menyesal dikemudian hari setelah bertemu kembali dengan Angel yang harus berjalan dengan kursi roda. Ia berjuang untuk menyembuhkan Angel agar kembali menjadi gadis normal seperti sedia kala, tapi disaat perjuangan itu ia malah divonis terjangkit virus HIV. Apakah virus itu meruntuhkan niatnya pada Angel?

SAHABAT Anthony, tak pernah menyangka Fernando adalah seorang gay. I apergi dan meninggalkan sahabat terbaiknya karena malu. Ketika 3 tahun kemudian, ia mengalami kecelakaan dan menjadi koma selama bertahun-tahun. Begitu sadar dari koma ia pun menerima kenyataan yang begitu.mengharukan.

KEKASIHKU DANIEL angel yang baru saja putus dengan kekasihnya berkenalan dengan Daniel yang kebetulan bertemu di Dunia maya. Daniel adalah seorang cowok yang mengajarkan Angel akan arti pengorbanan.

GABY DAN LAGUNYA gaby yang tadinya tidak dapat memainakan alat musik bertemu dengan cowok yang bernama popo dalam kondisi hujan. Popo yang kebetulan seorang anak band mengajari Gaby bermain gitar yang nantinya gaby akan menggantikan vokalis band Popo.

SAHABATKU PETER Tomy yang bersahabat dengan peter yang mengajarkan sebuah arti persahabatan. Tomy yang begitu bodoh terhasut oleh wanita gebetannya yang membujuk agar menjauh dari peter. Dan akhirnya Tomy pun menyesal. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


chairil-anwarBiografi Chairil Anwar

Chairil Anwar adalah seorang penyair legendaris yang dikenal juga sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul “Aku”). Salah satu bukti keabadian karyanya, pada Jumat 8 Juni 2007, Chairil Anwar, yang meninggal di Jakarta, 28 April 1949, masih dianugerahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 untuk kategori seniman sastra. Penghargaan itu diterima putrinya, Evawani Alissa Chairil Anwar.
Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Julai 1922. Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, mantan bupati Kabupaten Indragiri Riau, berasal dari Taeh Baruah, Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Sedangkan ibunya Saleha, berasal dari Situjuh, Limapuluh Kota. Dia masih punya pertalian keluarga dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapanya bercerai, dan ayahnya menikah lagi. Selepas perceraian itu, saat habis SMA, Chairil mengikut ibunya ke Jakarta.
Chairil masuk sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu masa penjajahan Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama Hindia Belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.
Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastra. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.
Semasa kecil di Medan, Chairil sangat dekat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih:
Chairil Anwar
“Bukan kematian benar yang menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertahta”
Sesudah nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa menyebut nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilangan sisinya yang liar. Beberapa puisi Chairil juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya.
Sejak kecil, semangat Chairil terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Sjamsul Ridwan, pernah membuat suatu tulisan tentang kehidupan Chairil Anwar ketika semasa kecil. Menurut dia, salah satu sifat Chairil pada masa kanak-kanaknya ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan, maupun dalam mendapatkan keinginan hatinya. Keinginan dan hasrat untuk mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap, menyala-nyala, boleh dikatakan tidak pernah diam.

Masa Dewasa Chairil Anwar

Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan tulisannya di “Majalah Nisan” pada tahun 1942, pada saat itu dia baru berusia dua puluh tahun. Hampir semua puisi-puisi yang dia tulis merujuk pada kematian. Chairil ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Puisi-puisinya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan tidak diterbitkan hingga tahun 1945.
Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku : Deru Campur Debu (1949); Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949); dan Tiga Menguak Takdir (1950, kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin).
Chairil memang penyair besar yang menginspirasi dan mengapresiasi upaya manusia meraih kemerdekaan, termasuk perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Hal ini, antara lain tercermin dari sajaknya bertajuk: “Krawang-Bekasi”, yang disadurnya dari sajak “The Young Dead Soldiers”, karya Archibald MacLeish (1948).
Dia juga menulis sajak “Persetujuan dengan Bung Karno”, yang merefleksikan dukungannya pada Bung Karno untuk terus mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945.
Bahkan sajaknya yang berjudul “Aku” dan “Diponegoro” juga banyak diapresiasi orang sebagai sajak perjuangan. Kata Aku binatang jalang dalam sajak Aku, diapresiasi sebagai dorongan kata hati rakyat Indonesia untuk bebas merdeka.
Chairil Anwar yang dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku) adalah pelopor Angkatan ’45 yang menciptakan trend baru pemakaian kata dalam berpuisi yang terkesan sangat lugas, solid dan kuat. Dia bersama Asrul Sani dan Rivai Apin memelopori puisi modern Indonesia. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta. Hari meninggalnya diperingati sebagai Hari Chairil Anwar.
Chairil menekuni pendidikan HIS dan MULO, walau pendidikan MULO-nya tidak tamat. Puisi-puisinya digemari hingga saat ini. Salah satu puisinya yang paling terkenal sering dideklamasikan berjudul Aku ( “Aku mau hidup Seribu Tahun lagi!”). Selain menulis puisi, ia juga menerjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa Indonesia. Dia juga pernah menjadi redaktur ruang budaya Siasat “Gelanggang” dan Gema Suasana. Dia juga mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka” (1946).
Rakannya, Jassin pun punya kenangan tentang Chairil Anwar. “Kami pernah bermain bulu tangkis bersama, dan dia kalah. Tapi dia tak mengakui kekalahannya, dan mengajak bertanding terus. Akhirnya saya kalah. Semua itu kerana kami bertanding di depan para gadis.”
Wanita adalah dunia Chairil sesudah buku. Tercatat nama Ida, Sri Ayati, Gadis Rasyid, Mirat, dan Roosmeini sebagai gadis yang dikejar-kejar Chairil. Dan semua nama gadis itu bahkan masuk ke dalam puisi-puisi Chairil. Namun, kepada gadis Karawang, Hapsah, Chairil telah menikahinya.
Pernikahan itu tak berumur panjang. Disebabkan kesulitan ekonomi, dan gaya hidup Chairil yang tak berubah, Hapsah meminta cerai. Saat anaknya berumur 7 bulan, Chairil pun menjadi duda.

Akhir Hidup Chairil Anwar

Vitalitas puitis Chairil tidak pernah diimbangi kondisi fisiknya, yang bertambah lemah akibat gaya hidupnya yang semrawut. Sebelum dia bisa menginjak usia dua puluh tujuh tahun, dia sudah kena sejumlah penyakit. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC Dia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta. Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar.
Chairil Anwar Kumpulan puisinya antara lain: Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Putus (1949); Deru Campur Debu (1949); Tiga Menguak Takdir (1950 bersama Asrul Sani dan Rivai Apin); Aku Ini Binatang Jalang (1986); Koleksi sajak 1942-1949″, diedit oleh Pamusuk Eneste, kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986); Derai-derai Cemara (1998). Buku kumpulan puisinya diterbitkan Gramedia berjudul Aku ini Binatang Jalang (1986).
Karya-karya terjemahannya adalah: Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948, Andre Gide); Kena Gempur (1951, John Steinbeck).
Sementara karya-karyanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Jerman dan Spanyol adalah: “Sharp gravel, Indonesian poems”, oleh Donna M. Dickinson (Berkeley, California, 1960); “Cuatro poemas indonesios, Amir Hamzah, Chairil Anwar, Walujati” (Madrid: Palma de Mallorca, 1962); Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York, New Directions, 1963); “Only Dust: Three Modern Indonesian Poets”, oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets, 1969);
The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar, disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany, State University of New York Press, 1970); The Complete Poems of Chairil Anwar, disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang, dengan bantuan HB Jassin (Singapore: University Education Press, 1974); Feuer und Asche: sämtliche Gedichte, Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag, 1978); The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar, oleh Burton Raffel (Athens, Ohio: Ohio University, Center for International Studies, 1993)
Sedangkan karya-karya tentang Chairil Anwar antara lain:
  1. Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949, diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan, Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta, 1953);
  2. Boen S. Oemarjati, “Chairil Anwar: The Poet and his Language” (Den Haag: Martinus Nijhoff, 1972);
  3. Abdul Kadir Bakar, “Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar” (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra, Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin, 1974);
  4. S.U.S. Nababan, “A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar” (New York, 1976);
  5. Arief Budiman, “Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan” (Jakarta: Pustaka Jawa, 1976);
  6. Robin Anne Ross, Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar, Auckland, 1976;
  7. H.B. Jassin, “Chairil Anwar, pelopor Angkatan ’45, disertai kumpulan hasil tulisannya”, (Jakarta: Gunung Agung, 1983);
  8. Husain Junus, “Gaya bahasa Chairil Anwar” (Manado: Universitas Sam Ratulangi, 1984);
  9. Rachmat Djoko Pradopo, “Bahasa puisi penyair utama sastra Indonesia modern” (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985);
  10. Sjumandjaya, “Aku: berdasarkan perjalanan hidup dan karya penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers, 1987);
  11. Pamusuk Eneste, “Mengenal Chairil Anwar” (Jakarta: Obor, 1995);
  12. Zaenal Hakim, “Edisi kritis puisi Chairil Anwar” (Jakarta: Dian Rakyat, 1996).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS



Aku sekolah di SMP 9 Pekanbaru. Kami awali hari dengan canda tawa, dan sukacita. Dimarahin guru sudah menjadi sarapan kami setiap hari. Kami gak egois sesama teman, walaupun kami baru masuk sekolah baru tapi kami saling melengkapi.
Suatu hari kawan aku cewek sedang menangis sebut aja namanya Putri, dia menangis wajarnya baru diputusin. Disaat Putri dan Ricky pacaran mereka slalu mesra didepan umum, si Ricky slalu dtang kekelas kami untuk ketemu Putri, mereka pacaran dikelas kami. Ricky pun pernah mendukung basket kelas kami sebgai pemain inti dan membawa kelas kami sebagai runner up. Dan bang Ricky pun mau bergaul dengan kami slalu bercanda, ketawa bersama. Tapi mereka mempunyai masalah, kami aja gak tau masalah mereka apa, tapi aku dapat informasi dari orang mereka putus, setelah mendengar informasi tersebut aku turut berduka cita, slama ini mereka slalu mesra aja masih aja punya maslh.
Putri pun menangis dan membenci si Ricky, buku aku juga yang menjadi korban untuk dicoret-coret karna benci Putri dengan Ricky
“Jangan buku aku dong yg jd korban tuh buku guna loh, klau 1 gk pa ni sampai 10 lembar, bangkruttttttt aku lh, bukan masalah bukunya tapi masalh disitu bnyak cerpen yg sudah kutulis”
. Dalam hati ku berkata “yahhh gak apa-apalah buku aku jd korban yang penting masalh didalam hatinya udah dikeluarkan melalui tulisan”
Bukan buku cerpen dicoretkan tp dia juga menyontek buku latihan aku, ”jangan latihan aku juga kau ambil, rakus kali kau uda coret-coret buku aku malah sekarang ambil latihan aku, galau bleh sih tp jgn kelewatan. Aku aja galau habis diputusian ika aja gak gitu aku, paling-paling gk buka puasa dan sahur 3hari 3malam karna uda gk lama aku gk makan terpaksa hari ke-4 aku makan”
“sama aja keterlaluan galau nya masih mending aku galau Cuma bertapa didalam kamar sambil BBM-an”
“Udalah kita lanjutkan yg td, kemana-mana lah kita bicarakan dari A sampaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii Z
“Akutuh uda terlanjur saKit hati ma dy, aku nyesal uda kenal ma dia”
“Jangan terlalu benci ma mantan karna suatu saat nantik kita akan kangen ma dia, lebih nyesal aku lgi aku nyesal karna uda mencintai ika”
“yahhhhhh gimana lgi didalam hati aku uda dendam keramat ma Ricky, yahhhhhh sama aja kau ma aku uda nyesal karna kita mencintai orang tuh tp orang tuh masih berselingkuh didepan aku”
“woi slah masak berselingkuh didepan aku sebernya dibelakang aku”
“santailah banggggggg, kan supaya suasana gk jd tegang, slow ajalh bang”
“yolah tuh deq, jd jgn kita membenci seseorang karna kejelekkan dia, sebaiknya kita menyayangi dia karna kebaikan dia”
Jadi kita dapat mengambil hikmah dari cerpen diatas bahwa kita jangan melihat kejelkkan seseorang tp lihatlah kebaikan seseorang itu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS






Aku sekolah di SMP 9 Pekanbaru. Kami awali hari dengan canda tawa, dan sukacita. Dimarahin guru sudah menjadi sarapan kami setiap hari. Kami gak egois sesama teman, walaupun kami baru masuk sekolah baru tapi kami saling melengkapi.
Suatu hari kawan aku cewek sedang menangis sebut aja namanya Putri, dia menangis wajarnya baru diputusin. Disaat Putri dan Ricky pacaran mereka slalu mesra didepan umum, si Ricky slalu dtang kekelas kami untuk ketemu Putri, mereka pacaran dikelas kami. Ricky pun pernah mendukung basket kelas kami sebgai pemain inti dan membawa kelas kami sebagai runner up. Dan bang Ricky pun mau bergaul dengan kami slalu bercanda, ketawa bersama. Tapi mereka mempunyai masalah, kami aja gak tau masalah mereka apa, tapi aku dapat informasi dari orang mereka putus, setelah mendengar informasi tersebut aku turut berduka cita, slama ini mereka slalu mesra aja masih aja punya maslh.
Putri pun menangis dan membenci si Ricky, buku aku juga yang menjadi korban untuk dicoret-coret karna benci Putri dengan Ricky
“Jangan buku aku dong yg jd korban tuh buku guna loh, klau 1 gk pa ni sampai 10 lembar, bangkruttttttt aku lh, bukan masalah bukunya tapi masalh disitu bnyak cerpen yg sudah kutulis”
. Dalam hati ku berkata “yahhh gak apa-apalah buku aku jd korban yang penting masalh didalam hatinya udah dikeluarkan melalui tulisan”
Bukan buku cerpen dicoretkan tp dia juga menyontek buku latihan aku, ”jangan latihan aku juga kau ambil, rakus kali kau uda coret-coret buku aku malah sekarang ambil latihan aku, galau bleh sih tp jgn kelewatan. Aku aja galau habis diputusian ika aja gak gitu aku, paling-paling gk buka puasa dan sahur 3hari 3malam karna uda gk lama aku gk makan terpaksa hari ke-4 aku makan”
“sama aja keterlaluan galau nya masih mending aku galau Cuma bertapa didalam kamar sambil BBM-an”
“Udalah kita lanjutkan yg td, kemana-mana lah kita bicarakan dari A sampaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii Z
“Akutuh uda terlanjur saKit hati ma dy, aku nyesal uda kenal ma dia”
“Jangan terlalu benci ma mantan karna suatu saat nantik kita akan kangen ma dia, lebih nyesal aku lgi aku nyesal karna uda mencintai ika”
“yahhhhhh gimana lgi didalam hati aku uda dendam keramat ma Ricky, yahhhhhh sama aja kau ma aku uda nyesal karna kita mencintai orang tuh tp orang tuh masih berselingkuh didepan aku”
“woi slah masak berselingkuh didepan aku sebernya dibelakang aku”
“santailah banggggggg, kan supaya suasana gk jd tegang, slow ajalh bang”
“yolah tuh deq, jd jgn kita membenci seseorang karna kejelekkan dia, sebaiknya kita menyayangi dia karna kebaikan dia”
Jadi kita dapat mengambil hikmah dari cerpen diatas bahwa kita jangan melihat kejelkkan seseorang tp lihatlah kebaikan seseorang itu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS